Kamis, 23 Juni 2011

SELALU SIAP DIWAWANCARA

“Keberuntungan adalah sisa dari persiapan”
–Anonim
Jika Anda adalah subjek wawancara yang menarik, media akan mendesa untuk meliput berita Anda. Media-media akan menyiarkannya. Mereka akan mempromosikan produk dan jasa Anda dan menjadikan Anda seorang bintang. Anda akan menjadi kesayangan media. Hal itu terjadi, tentunya, jika Anda benar-benar mempunyai sesuatu yang bernilai untuk disampaikan.
Tampilan di depan kamera dengan sebaik mungkin. Untuk mendapatkan publisitas secra konsisten, belajarlah menjadi subjek wawancara yang menakjupkan, menjadi kesayangan media.

 KECERDSAN MEDIA
Masalahnya biasanya muncul selama wawancara karena orang yang diwawancarai tidak cukup memahami subjek yang mereka bicarakan. Ini tidak bisa ditoleransi. Sesi wawancara adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan penguasaan Anda atas sujek pembicaraan anda dan mendapat publisitas karenanya. Tidak tahu jawaban atas berbagi pertanyaan membuat Anda kelihatan bodoh, tidak professional, dan tidak kompeten. Sebelum Anda diwawancara, Anda perlu mempersiapkan diri dan benar-benar mengetahui apa yang ingin Anda sampaikan.
Terapkan langkah-langkah berikut untuk mempersiapkan wawancara:
1.       Uraikan lima poin utama Anda dan lima belas sampai dua puluh subinfo, tiga atau empat subpoin untuk setiap poin utama Anda. Karena Anda tidak pernah tahu berapa lama wawancara akan berlangsung, Anda harus mampu menjabarkan poin-poin Anda dengan cepat sepanjang waktu.
2.       Dukunglah kelima poin utama Anda dengan anekdot, cerita, contoh, lelucon, dan statistik yang membuat Anda lebih menghibur, menarik, dan mengesankan.
3.       Antisipasikan berbagai pertanyaan yang mungkin akan diajukan tentang diri Anda dan produk Anda atau jasa Anda. Persiapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan sehingga  Anda tidak akan kelihatan lengah.

PRAKTIK, PRAKTIK, PRAKTIK
Lihatlah poin-poin kunci Anda, subpoin, anekdot, lelucon, dan jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan yang Anda prediksi akan diajukan. Semakin sering Anda berlatih, semakin kelihatan bahwa jawaban-jawaban Anda dismpaikan secara alami. Jawaban-jawaban yang telah Anda latih sebaiknya disampaikan dengan kata-kata yang berbeda sehingga Anda tidak terdengar seperti robot. Berikanlah nuansa baru dalam penyampaiannya.
Ketika mempersiapkan poin-poin atau ceerita Anda, hendaknya bersifat realistis, hindari penggunaan istilah-istilah yang tidak umum, teori-teori rumit, dan jawaban-jawaban yang panjang lebar. Jawaban-jawban seperti itu mungkin terdengar mengesankan, tetapi membuat orang merasa bosan.
KISAH GERILYA: Ketika Rick Frishman muncul dalam The Oprah Winfrey Show tentang pria-pria pendek, dia benar-benar menguasai subjek pembicaraan karena dia sendiri termasuk pria pendek. Meskipun begitu, Rich melatih berulang kali penyampaian kedelapan belas poin tentang menjadi orang pendek sebelum tampil di depan kamera. Seoarang diri di kamar hotelnya dengan berdiri di depan cermin, Rick melatih cerita-cerita lucu tentang pengaruh tinggi badannya pada masa kanak-kanaknya, pacaran, perkawinan, bisnis, dan atletik sampai dia bisa menyampaikan jawaban-jawaban itu dengan cepat dan spontan. Akibatnya, Rick memuaskan Oprah dan audiensi dengan cerita-ceritanya yang lucu saat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
Pahamilah audiensi Anda. Kecuali Anda berbicara di depan kelompok tertentu, cobalah berhubungan dengan orang-orang biasa karena mereka biasanya merupakan kelompok terbesar dari audiensi Anda. Jangan bersikap sok pintar atau terlalu bodoh – bersikaplah biasa-biasa saja. Ingatlah bahwa tujuan penampilan Anda adalah mengomunikasikan  pesan Anda dan membangun minat public. Jadi, berbicaralah dengan menggunakan bahasa yang mudah di pahami, menarik untuk didengar, dan di tanggapi audiensi Anda.

MENGENDALIKAN
Dalam sesi wawancara, Anda harus memegang kendali. Katakana pada diri Anda,ini adalah wawancara Anda, penampilan Anda, dan satu-satunya peluang Anda untuk menjual diri Anda. Jangan menunggu pertanyaan yang tepat karena pertanyaan seperti itu mungkin tidak akan pernah dilontarkan. Bersiap-siaplah mengalihkan secara halus jawaban atas pertanyaan yang melenceng Anda, ini adalah wawancara Anda, penampilan Anda, dan satu-satunya peluang Anda untuk menjual diri Anda. Jangan menunggu pertanyaan yang tepat karena pertanyaan seperti itu akan pernah dilontarkan. Bersiap-siaplah mengalihkan secara halus jawaban atas pertanyaan yang melenceng dari topik menjadi pesan-pesan yang memang ingin Anda sampaikan.
Namun, Anda harus senantiasa menjawab pertanyaan si pewawancara. Meskipun pertanyaan itu tidak berkaitan dengan salah satu pesan utama Anda, Anda harus mengulas sedikit jawaban pertanyaan tersebut sebelum mengalihkan focus pada maksud Anda. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk menggunakan anekdot-anekdot yang sudah Anda siapkan. Salah satu cara termudah untuk menjebatani pertanyaan yang diajukan dengan maksud Anda adalah dengan menceritakan satu kisah. Arahkan pembicaraan tujuan Anda dengan mengatakan, “Itu mengingatkan saya ketika saya…” Mempersiapkan anekdot seperti ini akan membuat pengalihan terlihat alami dan masuk akal.
Jangan memusuhi pewawancara. Komunikator yang baik bertindak seolah-olah setiap pertanyaan memang brilian, bahkan ketika mereka mengalihkan pokok pembicaraan untuk menekan maksud utama mereka. Semakin alami upaya pengalihan Anda, pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara akn terlihat semakin baik. Pewawancara akan memberi Anda sedikit tekanan jika Anda membuat mereka tampak bagus. Tetapi, Anda tidak boleh membiarkan pewawancara merasa telahlepas kendali. Anda harus bersikap hormat dan menhargai. Jangan pernahmempermalukan mereka!

BERSIKAPLAH ALAMI
Ketika menuliskan poin utama dan anekdot Anda, hindari bahasa dan ungkapan yang tidak biasa Anda gunakan dalam percakapan sehari-hari. Anda harus kelihatan berwibawa, tetapi tidak membosankan audiensi Anda dengan pembicaraan yang bertele-tele. Semua materi yang telah Anda persiapkan harus ditulis dengan aturan sebagai berikut:
Ø Buatlah jawaban sederhana dan ringan.
Ø Hindri penjelasan yang panjang dan kompleks.
Ø Janagan pernah menggurui Atau menceramahi.
Ø Gunakan kamus sinonim Anda–tetap jangan pakai sinonim kata yang tidak umum.
Ø Bersikap rendah hati.

Salah satu alas an mengapa melakukan persiapan untuk sesi wawancara adalah agar wawancara tersebut berlangsung secara alami. Jika apa yang Anda persiapkan tidak terdengar alami, wawancara Anda masih terlihat seperti dibuat-buat. Cara terbaik untuk tampil dengan rileks di depan kamera adalah anda mempersiapkan diri secara maksimal.

KECERDASAN GERILYA
Jangan minum kopi sebelum wawancara, karena akan membuat mulut anda terasa kering. Minum saja air mineral. Jika mulut Anda terasa kering saat wawancara minumlah air–meskipun kamera sedang menyoroti Anda. Jika Anda tidak merasa mulut Anda kering, tetaplah minum air selama wawancara guna mencegah kekeringan. Menyesap air juga member Anda waktu untuk berdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaaan-pertanyaan sulit.



KOMPONEN WAWANCARA
Guna memahami cara mempersiapkan diri untuk sesi wawancara, Anda harus mengetahui struktur sebuah wawancara. Wawancara bisa terbagi manjadi tiga komponen: pertanyaan, jawaban, dan solusi. Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, pewawancara , untuk setiap komponen.

Pertanyaan; Meskipun Anda tidak bis mengatur petanyaan-pertanyaan yang akan diajukan, Anda bisa mengantisipasinya. Pelajarilah sesi-sesi wawancara yang pernah dilakukan si pewawancara. Sesi-sesi wawancara itu biasanya memiliki pola yang sama yang akan menyingkapkan tipe pertanyaan yang Anda harapkan. Lalu, berlatihlah menyisipkan maksud Anda kedalamjawaban atas tipe-tipe pertanayaan itu.

Jawaban: Ketiak Anda menjawab, cobalah untuk memberikan contoh sehari-hari yang bisa dipahami oaran-orang kebanyakan. Ciptakan ikatan dengan melontarkan petanyaan kepada adiensi, “Berapa pemirsa di sini yang pernah mengalami hal ini?” atau “Tahukah Anda orang yang membutuhkan ini?” audiensi akan mengingat peristiwa yang sama, mengaitkan produk atau jasa Anda dengan kehidupan mereka, dan mengidentifikasi dengan ucapan Anda. Dan yang terpenting mereka akan terus mendengarkan Anda.

Solusi: Ketiak Anda dapat mengaikan pembicaraan Anda dengan kehidupanya, Anda telah mendapat perhatian mereka. Pada titik itu, mereka menginginkan solusi. Mereka ingin Anda meberi tahu apa yang harus mereka lakukan dan mengajari mereka bagaimana harus  bertindak jika mereka menghadapi dilemma yang sama. Ketika mereka tidak sekedar akan mendengar, tetapi mereka akan benar-benar menymak setiap kata yang akan Anda lontarkan.
Jangan pernah menyindir. Jika Anda sudah berhasi memikat audiensi–berikan mereka informasi yang cukup tegas dan konkret untuk mengubah kehidupan mereka. Buatlah mereka terkesan! Anda ingin mengatakan, “wow, dia tidak hanya ingin menjual produknya, dia mencoba membantu saya.” Hindari mempromosikan produk secara berlebihan dan jangalah mempromosikan diri Anda sendiri. Sebaliknya, tunjukan, ajari, informasikan, dan jadilah sumber bagi mereka.

BESIAPLAH MENGHADAPI SESUATU YANG TIDAK TERDUGA
Pewawancara sering kali berbelit-belit dari posisi awal Anda dalam sesi wawancara. Mereka akan tahu rahasia terdalam Anda: bahwa Anda pernah dikenakan tuduhan melakukan perdagangan gelap, telah menikah dan bercerai tujuh kali, atau kalah memalukan dalam Deal or No deal. Apapun rahasia itu, entah itu bersifat pribadi atau sepele, mereka akan mengetahuinya.
Anda jelas tidak bisa mengabaikan masalah ini–jadi Anda harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Hadapi semua rahasia Anda yang memalukan dan cobalah Anda mempraktikan jawaban-jawaban singkat yang terdengar jujur dan tulus.
Karena tujuan wawancara adalah menjual produk ataujasa Anda, tanggapilah secara langsung rahasia yanga telah terbongkar itu dan dengan apik arahkan jawaban-jawaban Anda pada salah satu tujuan Anda. Jika itu mustahil, jangan memaksa. Berilah jawaban singkat dan yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan berharaplah pertanyaan-pertanyaan berikutnya akan member Anda peluang untuk menyampaikan maksud-maksud Anda.

DISKUSI PASCA WAWANCARA–PERSIAPAN UNTUK WAWANCARA BERIKUTNYA
Setelah awancara, berterima kasihlah kepada pewawancara Anda. Namun, tugas anda belum selesai. Anda harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mempersiapkan wawancara berikutnya dengan mengatakan kepada pewawancara Anda bahwa Anda belum berpengalaman diwawncrai dan mengharap tip yang bisa dia berikan banayak pewawancara merupakan pekerja kontrak yang bisa sangat membantu. Terimalah kritik dengan baik dan berusahalah memahami hal-hal yang perlu Anda lakukan.
Selain meminta saran dari pewawancara Anda, Anda juga bisa melakukan sendiri diskusi pasaca wawancara. Lakukan langakah-langkah berikut untuk mengevaluasi wawancara terakhir Anda dan mempersiapkan wawancara berikutnya:
Ø  Tinjau kembali setiap pertanyaan yang diajukan selama wawancara dan cocokan jawaban Anda dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Ø  Tanyakan diri Anda sendiri apakah Anda sudah menyampaikan semua tujuanutama Anda. Apakah Anda mengomunikasikannya secara efektif? Bagaimana Anda bisa meningkatan cara penyampainnya tujuan-tujuan tersebut?
Ø  Identifikasi tujuan-tujuan utama yang Anda lewatkan atautidak terjawab dengan baik dan persiapkan jawaban yang lebih baik untuk wawancara selanjutnya.
Ø  Mintalah teman-teman atau rekan kerja Anda untuk memberikan kritikan secara objektif atas penampilan Anda. Catatlah jawaban-jawaban mereka dan pelajarilah apa yang mereka sampaikan.
Belajar memang menyempurnakan penampilan Anda dan mengkritik penapilan Anda  selama wawancara merupakan cara yang sangat baik. Cari tahulah apa yang bisa Anda perbaiki dan persiapkan diri Anda untuk menrepkannya dalam sesi wawancara berikutnya.

INGAT
Sebelum wawancara, rencanakan dengan baik ap yang ingin Anda sampaikan. Uraikan lima poin utama Anda dengan lima belas sampai dua puluh poin tambahan. Siapkan anekdot , lelucon, dan cntoh-contoh yang mendukung poin-poin Anda dan sekaligus sebagai penjembatan dalammengalihkan pertanyaan-pertanyaan yang melenceng dari topik kembali ke poin utama Anda. Simak baik-baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan si pewawancara dan kendalikan jalannya wawancara. Antisipasikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara Anda dan bersiaplah selalu untuk menghadapi hal-hal yang tidak Anda duga!